Ikuti Kami :

Disarankan:

Warga Garut Temukan Mortir Aktif Diduga Peninggalan Jepang Saat Gali Pondasi Rumah

Minggu, 07 September 2025 | 10:56 WIB
Warga Garut Temukan Mortir Aktif Diduga Peninggalan Jepang Saat Gali Pondasi Rumah
Warga Garut Temukan Mortir Aktif Diduga Peninggalan Jepang Saat Gali Pondasi Rumah. Foto: Instagram

Suasana tenang di Kampung Leuwinanggung, Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, mendadak gempar setelah seorang warga menemukan sebuah mortir aktif yang diduga peninggalan masa penjajahan Jepang, Sabtu (6/9/2025).

GARUT, NewsTasikmalaya.com – Suasana tenang di Kampung Leuwinanggung, Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, mendadak gempar setelah seorang warga menemukan sebuah mortir aktif yang diduga peninggalan masa penjajahan Jepang, Sabtu (6/9/2025).

Mortir berbentuk tabung logam dengan panjang sekitar 80 sentimeter dan diameter 15 sentimeter itu ditemukan saat pemilik lahan, Dedih (52), tengah menggali tanah untuk pembangunan pondasi rumah.

Awalnya, Dedih bersama dua saksi lain, Lili (65) dan Aday (60), menduga benda tersebut hanyalah besi tua. Namun, setelah diperhatikan lebih jelas, mereka curiga karena bentuknya menyerupai bom. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

Kapolsek Pameungpeuk, Iptu Bangbang Sudarsono, mengatakan pihaknya bersama Babinsa Desa Paas dan Kanit Intelkam Polsek Pameungpeuk segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

“Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak cepat untuk mengecek kondisi mortir dan melakukan langkah pengamanan agar tidak membahayakan warga sekitar,” jelas Iptu Bangbang.

Sebagai langkah awal, mortir tersebut dibungkus dan diamankan ke halaman samping koramil. Selanjutnya, benda berbahaya itu direndam dengan air sembari menunggu kedatangan tim Penjinak Bom (Jibom) dari kepolisian.

Kabar penemuan mortir ini sempat membuat warga sekitar panik. Banyak yang khawatir mortir tersebut bisa meledak sewaktu-waktu. Namun, setelah aparat berhasil mengamankannya, situasi kembali kondusif. “Alhamdulillah, mortir sudah diamankan dan warga diminta tetap tenang,” tambah Iptu Bangbang.

Penemuan mortir aktif ini menambah daftar panjang peninggalan berbahaya dari masa pendudukan Jepang yang masih ditemukan di wilayah Garut. Sebelumnya, beberapa kasus serupa juga pernah terjadi, terutama di daerah pedesaan yang dulu menjadi basis pertahanan tentara Jepang.

Kini, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada apabila menemukan benda mencurigakan saat menggali tanah atau beraktivitas di area terbuka. Warga diminta segera melapor ke pihak berwenang agar penanganan bisa dilakukan secara aman.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement