Ikuti Kami :

Disarankan:

Boxing Van Java Jadi Ajang Pemanasan Petinju Kota Tasikmalaya Menuju Porprov 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:42 WIB
Boxing Van Java Jadi Ajang Pemanasan Petinju Kota Tasikmalaya Menuju Porprov 2026
Boxing Van Java Jadi Ajang Pemanasan Petinju Kota Tasikmalaya Menuju Porprov 2026.

Ajang Boxing Van Java yang dijadwalkan digelar pada akhir April 2026 mendatang akan menjadi panggung krusial bagi atlet tinju Kota Tasikmalaya. Kejuaraan ini dijadikan sebagai sarana pemanasan bagi sepuluh petinju yang tergabung dalam tim Porprov sebelum berlaga di ajang utama pekan olahraga tingkat provinsi akhir tahun ini.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ajang Boxing Van Java yang dijadwalkan digelar pada akhir April 2026 mendatang akan menjadi panggung krusial bagi atlet tinju Kota Tasikmalaya. Kejuaraan ini dijadikan sebagai sarana pemanasan bagi sepuluh petinju yang tergabung dalam tim Porprov sebelum berlaga di ajang utama pekan olahraga tingkat provinsi akhir tahun ini.

Pelatih Tinju Pertina Kota Tasikmalaya, Feri, menegaskan bahwa meskipun ajang ini tidak hanya diikuti oleh atlet profesional, Boxing Van Java merupakan instrumen yang tepat untuk mengukur jam terbang serta mengevaluasi hasil pemusatan latihan yang telah berjalan sejak Januari lalu.

"Ajang ini sangat tepat untuk menguji kemampuan para atlet. Kami ingin melihat sejauh mana perkembangan mereka setelah latihan intensif, sekaligus menambah jam terbang sebelum masuk ke persaingan Porprov yang lebih ketat," ujar Feri saat memimpin latihan di halaman GOR Sukapura, Senin (13/4/2026) sore.

Meski persiapan teknis terus berjalan, Feri tidak menampik adanya kendala non-teknis yang membayangi para atlet. Ia berharap jajaran KONI dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya segera memberikan kepastian terkait dukungan anggaran pembinaan, mulai dari biaya transportasi hingga ketersediaan suplemen bagi atlet.

"Yang paling penting adalah kepastian bonus bagi peraih medali. Kami berharap nilai bonus ada peningkatan dibanding periode sebelumnya, segera diumumkan sebagai motivasi atlet, dan yang terpenting tidak dibayar secara dicicil," tegas Feri.

Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris KONI Kota Tasikmalaya, Agung Firmansyah, menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya maksimal agar bantuan dana pembinaan dapat cair pada bulan April ini. Ia mengakui adanya keterlambatan yang berdampak pada pelatih dan pengurus cabang olahraga (cabor).

"Kami sangat memahami kendala di lapangan. Saat ini, usulan nilai bonus sudah kami sampaikan ke Pemkot Tasikmalaya, yakni sebesar Rp100 juta untuk peraih medali emas," kata Agung.

Menurut Agung, nilai tersebut sangat realistis sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet sekaligus pemicu semangat untuk meraih prestasi tertinggi. "Kami berharap nilai bonus tahun ini lebih besar dari sebelumnya guna memberikan motivasi nyata bagi para pejuang olahraga Kota Tasikmalaya," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement