CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Aksi nekat dilakukan seorang pria berinisial AP (38) yang mencoba bersembunyi di dalam sumur untuk menghindari kejaran warga dan majikannya. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pendek, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa (14/4/2026).
AP diduga terlibat dalam kasus pencurian sekaligus penjualan sepeda motor milik majikannya saat bekerja di sebuah pabrik tahu bulat di wilayah Lombok. Pelariannya berakhir dramatis setelah keberadaannya diketahui di dasar sumur oleh warga yang tengah melakukan pencarian.
Kepala Desa Pamalayan, Agus Lutfi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pelaku diduga sengaja bersembunyi di dalam sumur, namun aksinya diketahui oleh majikannya yang kemudian memergoki dari atas.
“Awalnya diduga bersembunyi, tapi ketahuan. Majikannya sempat memarahinya dari atas sumur. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berdatangan dan melaporkannya ke pemerintah desa,” ujar Agus.
Karena keterbatasan peralatan, proses evakuasi pun melibatkan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis.
Berawal dari Desakan Ekonomi
Menurut Agus, kasus ini bermula saat AP bekerja di pabrik tahu bulat milik warga Ciamis yang berada di Lombok. Pelaku yang juga berasal dari Ciamis diduga mengalami kesulitan ekonomi dan ingin pulang kampung.
AP sempat berupaya meminjam uang ke bagian keuangan tempatnya bekerja, namun permintaan tersebut tidak dikabulkan. Diduga karena terdesak, ia kemudian menjual sepeda motor milik majikannya.
“Karena kebutuhan mendesak, pelaku mencoba meminjam uang tapi tidak diberikan. Akhirnya motor milik majikannya dijual,” jelasnya.
Mengetahui motornya hilang, sang majikan melakukan pencarian selama kurang lebih 10 hari hingga akhirnya menemukan pelaku berada di wilayah Pamalayan.
Evakuasi Dramatis Libatkan Damkar
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan pihaknya langsung merespons permintaan bantuan dari pemerintah desa.
“Kami menerima laporan dari kepala desa untuk melakukan evakuasi. Petugas piket langsung menuju lokasi dan mengevakuasi pelaku dari dalam sumur,” ungkap Budi.
Proses evakuasi berjalan cukup menegangkan karena kondisi sumur yang dalam serta keterbatasan alat di lokasi.
Diamankan Polisi, Kasus Dikoordinasikan ke Lombok
Setelah berhasil dievakuasi, AP langsung diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut kasus dugaan penggelapan kendaraan itu terjadi di wilayah Lombok, sementara pelaku melarikan diri ke Ciamis.
“Pelaku sudah diamankan di Polres Ciamis. Kami akan melakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan korban serta Polres Lombok Barat,” jelasnya.