TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai memberlakukan uji coba Car Free Day (CFD) khusus bagi aparatur sipil negara (ASN), Rabu (15/4/2026). Dalam kebijakan ini, ASN diimbau untuk berangkat ke kantor tanpa menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
Sebagai gantinya, ASN dianjurkan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti sepeda, sepeda listrik, kendaraan listrik, atau berjalan kaki.
Namun, pada hari pertama pelaksanaan, kebijakan tersebut belum berjalan optimal. Berdasarkan pantauan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, masih banyak ASN yang datang menggunakan kendaraan berbahan bakar BBM.
Meski demikian, terlihat juga sebagian ASN yang sudah mulai menerapkan kebijakan tersebut dengan menggunakan sepeda, sepeda listrik, hingga berjalan kaki menuju tempat kerja.
Kendala Jarak dan Adaptasi ASN
Belum meratanya penerapan kebijakan ini diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya jarak tempat tinggal ASN yang cukup jauh dari kantor.
Kondisi tersebut membuat sebagian ASN masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar minyak untuk menunjang mobilitas mereka.
Selain itu, kebijakan ini juga masih dalam tahap adaptasi sehingga membutuhkan waktu agar dapat diterapkan secara menyeluruh.
Masih Tahap Uji Coba
Asisten Daerah (Asda) III Setda Kota Tasikmalaya, H. Asep Maman Permana, menegaskan bahwa kebijakan CFD khusus ASN ini masih dalam tahap uji coba.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian PAN-RB dan Kementerian Dalam Negeri, terkait transformasi budaya kerja yang lebih efisien dan efektif.
“Kebijakan ini masih dalam tahap uji coba. Kami ingin melihat bagaimana dampaknya, baik dari sisi efisiensi anggaran maupun efektivitas pelayanan,” ujar Asep.
Akan Dievaluasi dan Disesuaikan
Asep menambahkan, Pemkot Tasikmalaya belum dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh karena program ini baru berjalan. Ke depan, hasil uji coba akan dikaji untuk menentukan skema yang paling sesuai.
Ia juga menekankan bahwa karakteristik setiap organisasi perangkat daerah (OPD) berbeda, termasuk kondisi domisili ASN, sehingga penerapannya akan bersifat variatif.
“Nanti akan dilakukan evaluasi. Kita lihat mana yang paling efektif dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Efisiensi Tanpa Ganggu Pelayanan
Selain uji coba CFD, Pemkot Tasikmalaya juga menerapkan skema Work From Home (WFH) setiap Jumat sebagai upaya efisiensi penggunaan energi seperti listrik dan air.
Dalam pelaksanaannya, hanya pejabat tertentu yang tetap hadir di kantor guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
“Efisiensi penting, tapi jangan sampai mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Itu yang menjadi prioritas,” pungkas Asep.