Ikuti Kami :

Disarankan:

Kronologi Longsor di Cidugaleun Tasikmalaya: Hujan Deras Picu Tebing Ambrol, Bocah 8 Tahun Meninggal

Senin, 04 Agustus 2025 | 15:58 WIB
Kronologi Longsor di Cidugaleun Tasikmalaya: Hujan Deras Picu Tebing Ambrol, Bocah 8 Tahun Meninggal
Kronologi Longsor di Cidugaleun Tasikmalaya: Hujan Deras Picu Tebing Ambrol, Bocah 8 Tahun Meninggal. Foto: Istimewa

Peristiwa memilukan terjadi di Kampung Cibulareng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (4/8/2025) malam.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Peristiwa memilukan terjadi di Kampung Cibulareng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu (4/8/2025) malam.

Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari menyebabkan tebing setinggi kurang lebih 7 meter yang berada di belakang rumah warga ambrol dan menimbun satu keluarga.

Bencana tanah longsor ini menewaskan seorang bocah perempuan berinisial NPS yang masih berusia 8 tahun, serta menyebabkan ibu, kakak, dan adiknya mengalami luka serius.

Menurut keterangan warga dan aparat desa setempat, hujan deras mulai mengguyur kawasan Cigalontang sejak pukul 16.00 WIB. Intensitas hujan yang tinggi berlangsung selama berjam-jam tanpa jeda. 

Kawasan tersebut memang dikenal memiliki kontur tanah yang labil dan berada di lereng bukit, sehingga cukup rentan terhadap bencana tanah longsor.

Tebing Ambrol Pukul 21.30 WIB

Sekitar pukul 21.30 WIB, suara gemuruh terdengar dari belakang rumah milik keluarga korban. Tanah longsor datang secara tiba-tiba, menghantam dan menimbun sebagian bangunan rumah. 

Suasana mencekam seketika terjadi. Teriakan minta tolong dari anggota keluarga yang tertimpa reruntuhan terdengar oleh warga sekitar.

Tak butuh waktu lama, warga segera berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi manual menggunakan alat seadanya.

NPS Ditemukan Tak Bernyawa

Beberapa menit setelah evakuasi dimulai, NPS ditemukan dalam kondisi tertelungkup di dekat pintu kamar pertama.

Saat ditemukan, kakinya masih menggunakan sarung. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian karena tertimbun material longsor.

Jenazah NPS kemudian dimakamkan pada keesokan harinya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) keluarga yang berlokasi tidak jauh dari rumahnya.

Tiga Anggota Keluarga Lainnya Dilarikan ke Rumah Sakit

Sementara itu, sang ibu serta dua saudara korban berhasil diselamatkan dalam kondisi luka-luka. Ketiganya kemudian dilarikan ke RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Menurut keterangan Warman, Kasi Pemerintahan Desa Cidugaleun, korban selamat terdiri dari ibu korban yang mengalami luka ringan, kakaknya mengalami luka di kepala, dan adiknya luka di bagian kaki akibat tertimbun sebagian material longsor.

Camat Cigalontang, Dedi Heriyawan, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Forkopimcam telah melakukan asesmen dan pemantauan langsung ke lokasi kejadian. 

“Kami sudah kunjungi rumah duka dan terus pantau kondisi korban lainnya yang kini dirawat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor.

Bencana longsor di Cidugaleun Tasikmalaya ini menjadi pengingat bahwa daerah dengan kontur perbukitan sangat rentan terhadap longsor saat curah hujan tinggi. 

Ke depan, diperlukan mitigasi bencana yang lebih baik, termasuk relokasi rumah di zona rawan, pemasangan early warning system, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement