Ikuti Kami :

Disarankan:

Muscab PPP Kota Tasikmalaya Berjalan Panas, DPW Jabar Ambil Alih Keputusan Formatur

Sabtu, 18 April 2026 | 19:59 WIB
Muscab PPP Kota Tasikmalaya Berjalan Panas, DPW Jabar Ambil Alih Keputusan Formatur
Muscab PPP Kota Tasikmalaya Berjalan Panas, DPW Jabar Ambil Alih Keputusan Formatur. Foto: Kristian.

Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya yang digelar di Hotel Mandalawangi berakhir tanpa keputusan formatur, Sabtu (18/4/2026). Rapat sidang keenam tersebut akhirnya langsung diambil alih oleh DPW PPP Provinsi Jawa Barat setelah suasana persidangan diwarnai hujan interupsi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya yang digelar di Hotel Mandalawangi berakhir tanpa keputusan formatur, Sabtu (18/4/2026). Rapat sidang keenam tersebut akhirnya langsung diambil alih oleh DPW PPP Provinsi Jawa Barat setelah suasana persidangan diwarnai hujan interupsi.

Pantauan di lokasi menunjukkan dinamika yang cukup tinggi sejak dimulainya sidang. Silang pendapat antarpeserta membuat suasana di dalam ruangan memanas hingga DPW memutuskan untuk mengintervensi proses pengambilan keputusan demi menjaga kondusivitas partai.

Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, membantah jika Muscab kali ini dinyatakan deadlock. Menurutnya, pengambilalihan ini merupakan langkah administratif berdasarkan AD/ART partai untuk mencari kemaslahatan bersama.

"Tidak deadlock, tetapi diambil alih oleh kami dan dipending dulu. Ibarat di jalan tol, kita masuk rest area dulu, istirahat dan isoma supaya kembali fresh. InsyaAllah akan ada keputusan yang indah pada waktunya," ujar Uu kepada awak media.

Uu menegaskan bahwa pengambilalihan ini sah secara organisatoris karena DPW memiliki kewenangan dalam kondisi tertentu. Ia menargetkan keputusan terkait formatur dan struktur kepengurusan DPC PPP Kota Tasikmalaya akan rampung dalam waktu maksimal satu minggu.

Sekretaris DPC PPP Kota Tasikmalaya sekaligus kandidat ketua, Hilman Wiranata, menjelaskan bahwa ketegangan dipicu oleh multitafsir terhadap Peraturan Organisasi (PO) mengenai hak suara.

"Muncul perbedaan pendapat terkait hak suara Ketua dan Sekretaris PAC. Ada yang menganggap derajatnya berbeda, sementara yang lain menilai setara berdasarkan diksi dalam konsideran. Namun, kami yakin apapun keputusan DPW dan DPP nanti, semua kader akan menerima," jelas Hilman.

Senada dengan Hilman, kandidat lainnya, Enjang Bilawini, mengaku menerima keputusan pengambilalihan oleh DPW. Meski prosesnya sempat memanas, ia tetap optimis akan diberikan kepercayaan memimpin partai berlambang Ka'bah tersebut.

"Saya 100 persen percaya diri dan optimis bahwa pada ujungnya kita akan diberikan kepercayaan untuk mengelola PPP," tegas Enjang.

Muscab kali ini mengerucut pada persaingan dua paket kandidat kuat, yakni:

 1. Paket Satu: Enjang Bilawini – Riko Restu Wijaya.

 2. Paket Dua: Hilman Wiranata – Tedi Gunandi.

Kini, nasib kepemimpinan PPP Kota Tasikmalaya periode 2026-2031 berada di tangan pengurus wilayah. Keputusan ini dinilai krusial mengingat status Kota Tasikmalaya sebagai lumbung suara potensial bagi partai tersebut di Jawa Barat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement