Ikuti Kami :

Disarankan:

Bawaslu Kota Banjar Perkuat Kelembagaan Pengawasan Pemilu di Masa Non-Tahapan

Selasa, 16 September 2025 | 15:27 WIB
Watermark
Bawaslu Kota Banjar Perkuat Kelembagaan Pengawasan Pemilu di Masa Non-Tahapan. Foto: NewsTasikmalaya.com/Martin.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjar menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan pengawasan pemilu, meskipun saat ini berada di luar masa tahapan pemilu. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas demokrasi secara berkelanjutan.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjar menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan pengawasan pemilu, meskipun saat ini berada di luar masa tahapan pemilu. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas demokrasi secara berkelanjutan.

Ketua Bawaslu Kota Banjar, Rudi Ilham, menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak boleh bersifat musiman. Menurutnya, penguatan kapasitas kelembagaan harus dilakukan secara konsisten, termasuk dalam kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).

"PDPB adalah kegiatan rutin yang sangat penting untuk memastikan data pemilih tetap akurat, komprehensif, dan mutakhir. Ini bagian dari tanggung jawab kami meski tidak sedang dalam tahapan pemilu,” ujar Rudi dalam rapat koordinasi evaluasi pengawasan pemilu, Selasa (16/9/2025).

Rudi menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak bisa dilakukan secara sepihak. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, media, dan masyarakat menjadi kunci agar pengawasan berjalan efektif.

"Bawaslu tidak bisa berdiri sendiri. Tidak ada artinya kalau tidak ada peran stakeholder. Demokrasi itu kerja kolektif," tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi ruang evaluasi atas pelaksanaan pengawasan pemilu sebelumnya, baik pada pemilihan legislatif, presiden, maupun pilkada serentak. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat hal-hal yang sudah berjalan baik.

Dalam kesempatan itu, Rudi juga menyoroti pentingnya integritas dan kapasitas para pengawas pemilu. Menurutnya, regulasi yang baik tidak akan menghasilkan pemilu yang berkualitas jika pelaksana di lapangan tidak memiliki komitmen dan kompetensi.

"Keberhasilan pemilu bukan semata ditentukan oleh aturan, tapi oleh pelaksana yang menjalankannya. Karena itu, kualitas SDM pengawas menjadi perhatian utama kami," katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Bawaslu Banjar juga menggelar program edukatif bertajuk Teropong Pemilu, yang menyasar pemilih pemula di sekolah-sekolah. Meski dilakukan tanpa anggaran khusus, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya pengawasan pemilu sejak dini.

"Kami berikhtiar membawa pemilu ke arah yang lebih baik. Kehadiran semua pihak di sini adalah bukti bahwa pengawasan pemilu adalah kerja bersama demi pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas," tutup Rudi. 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement