TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Seorang bocah laki-laki berinisial A (6) meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik di rumah kontrakannya yang berada di Kampung Cintarasa, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/1/2026) siang.
Ketua RW 01 Cintarasa, Harniwan Obech, membenarkan peristiwa tragis yang terjadi di wilayahnya tersebut. Ia menyebutkan, kejadian itu diketahui terjadi sekira pukul 11.30 WIB, sebelum waktu salat Zuhur.
“Betul, kejadiannya tadi siang sebelum Zuhur. Ada seorang anak meninggal dunia yang diduga tersengat listrik di rumah kontrakannya,” ujar Obech saat ditemui di lokasi kejadian.
Namun demikian, Obech mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian yang menyebabkan bocah berusia enam tahun itu meninggal dunia. Ia juga menyampaikan bahwa jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka.
Sementara itu, petugas kepolisian dari Polsek Tawang bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memintai keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti peristiwa tersebut.
Ibu korban berinisial I menjelaskan, insiden itu bermula saat anaknya bermain di halaman rumah kontrakan. Saat itu, aliran listrik di blok kontrakan sempat padam.
“Awalnya anak saya main di luar rumah karena listrik mati. Tidak lama kemudian listrik menyala, anak saya masuk ke dalam rumah dan menyenggol kulkas, lalu langsung tersengat listrik,” ungkap ibu korban.
Ia menambahkan, saat kejadian bersamaan dengan kembalinya aliran listrik. Setelah tersengat, korban terpental dan tidak sadarkan diri. “Begitu saya tarik, saya juga sempat merasakan getaran seperti tersetrum,” tuturnya.
Korban kemudian segera dibawa ke UGD RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa bocah tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Ibu korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak mana pun. “Saya tidak akan menuntut siapa pun. Saya ikhlas dan menerima ini sebagai musibah,” pungkasnya.
Usai kejadian, pihak kepolisian memasang garis polisi (police line) di lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.