Ikuti Kami :

Disarankan:

Semarak Hari Kartini 2026 di SMAN 5 Kota Tasikmalaya, Guru Perempuan Jadi Petugas Upacara hingga Tampil di Panggung Seni

Selasa, 21 April 2026 | 10:58 WIB
Semarak Hari Kartini 2026 di SMAN 5 Kota Tasikmalaya, Guru Perempuan Jadi Petugas Upacara hingga Tampil di Panggung Seni
Semarak Hari Kartini 2026 di SMAN 5 Kota Tasikmalaya, Guru Perempuan Jadi Petugas Upacara hingga Tampil di Panggung Seni. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Peringatan Hari Kartini 2026 di SMAN 5 Tasikmalaya berlangsung meriah dan penuh makna, Selasa (21/4/2026). Sejumlah kegiatan digelar untuk menumbuhkan semangat emansipasi sekaligus kreativitas siswa dan guru.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Peringatan Hari Kartini 2026 di SMAN 5 Kota Tasikmalaya berlangsung meriah dan penuh makna, Selasa (21/4/2026). Sejumlah kegiatan digelar untuk menumbuhkan semangat emansipasi sekaligus kreativitas siswa dan guru.

Upacara peringatan yang dilaksanakan di lapangan sekolah menjadi pembuka rangkaian acara. Yang menarik, seluruh petugas upacara merupakan guru perempuan yang mengenakan busana kebaya, sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Sementara itu, peserta upacara yang terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan tampil mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Upacara berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 5 Tasikmalaya, Iis Suminar Rahmi.

Dalam keterangannya, Iis menyampaikan bahwa konsep tersebut sengaja dihadirkan sebagai bentuk simbolisasi semangat perjuangan Kartini yang relevan hingga saat ini.

“Ini merupakan simbol perjuangan Kartini. Petugas upacara seluruhnya ibu-ibu, sebagai bentuk penghormatan sekaligus inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.

Tak hanya upacara, kemeriahan juga terasa dalam gelaran CAMARIYA (Campus 5 Mari Berkarya), sebuah event yang menampilkan berbagai kreativitas siswa dan guru. Acara ini menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari parade budaya, penampilan guru, fashion show PAMOJA, sesi interaktif, hingga flashmob.

Kegiatan semakin semarak dengan penampilan seni dari Sanggar Senter yang turut memeriahkan suasana. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengumuman dan penutupan kegiatan.

Iis menambahkan, nilai-nilai perjuangan Kartini juga disampaikan dalam amanat upacara, terutama terkait pentingnya peran perempuan dalam pendidikan dan kehidupan sosial.

“Di tengah isu kesetaraan gender, kita sebenarnya sudah memiliki tokoh pelopor sejak dulu. Tugas generasi sekarang adalah melanjutkan perjuangan tersebut,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan busana adat menjadi bentuk keberagaman budaya Indonesia yang ditampilkan dalam satu momentum. Berbagai pakaian adat dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, hingga Aceh dikenakan oleh peserta.

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan karnaval budaya serta penampilan seni dari para guru, seperti paduan suara dan permainan angklung yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Di sisi lain, Iis turut menekankan pentingnya etika dan penghormatan siswa terhadap guru. Hal ini disampaikan sebagai refleksi dari nilai-nilai pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga karakter.

“Ilmu itu ada keberkahannya. Karena itu, siswa harus menghormati guru. Selain itu, di rumah juga ada sosok ibu sebagai pahlawan yang wajib dihormati,” tegasnya.

Ia berharap, peringatan Hari Kartini ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa, khususnya perempuan, untuk terus berkembang dan berani mengambil peran dalam berbagai bidang.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement