Ikuti Kami :

Disarankan:

Gunakan Perahu Rafting, Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Cilamanjang Kawalu Cari Warga Bogor yang Hanyut

Senin, 30 Maret 2026 | 10:37 WIB
Watermark
Gunakan Perahu Rafting, Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Cilamanjang Kawalu Cari Warga Bogor yang Hanyut. Foto: Kristian.

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hanyut terbawa arus di aliran Sungai Cilamanjang, perbatasan Jalan Air Tanjung dan Kampung Nusasirna, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hanyut terbawa arus di aliran Sungai Cilamanjang, perbatasan Jalan Air Tanjung dan Kampung Nusasirna, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Pencarian hari kedua pada Senin (30/3/2026) pagi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, Kepolisian, Damkar, Satpol PP, unsur kecamatan dan kelurahan, serta para relawan.

Komandan Tim (Dantim) SAR Basarnas Bandung wilayah Tasikmalaya, Dedi Haryanto, menjelaskan bahwa pencarian terhadap korban bernama Eko Suhari (25), warga asal Bogor, difokuskan mulai dari titik awal korban terjatuh.

"Fokus pencarian dilakukan di sepanjang aliran Sungai Cilamanjang," kata Dedi di lokasi kejadian, Senin pagi.

Dalam Operasi SAR (Opsar) ini, Dedi mengerahkan puluhan petugas gabungan dengan menggunakan dua unit perahu rafting untuk menyisir sungai. Penyisiran dilakukan mulai dari titik kejadian hingga ke pertemuan arus di pertigaan Sungai Ciwulan.

"Untuk pencarian hari kedua ini, kami menggunakan dua perahu rafting dengan radius pencarian sekitar 500 meter, dan titik kumpul (cokmus) telah ditentukan," ujarnya.

Dedi menambahkan, proses pencarian akan berlangsung hingga sore hari sekira pukul 17.00 WIB, dengan catatan kondisi cuaca mendukung. Jika cuaca memburuk atau situasi tidak memungkinkan, pencarian akan dihentikan sementara dan dilanjutkan esok hari.

Sementara itu, Kapolsek Kawalu Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf, menjelaskan kronologi kejadian yang diterima pihaknya pada Minggu (29/3/2026) sore kemarin.

"Kami menerima laporan adanya orang terpeleset dan terbawa arus. Korban saat itu sedang memperbaiki pipa paralon di pinggir sungai, kemudian terpeleset dan langsung hanyut terbawa arus yang deras," ungkap AKP Yusuf.

Pasca-menerima laporan tersebut, pihak kepolisian dan BPBD sebenarnya langsung bergerak melakukan upaya awal. Namun, faktor cuaca dan kondisi medan yang gelap pada Minggu malam membuat proses pencarian harus dihentikan sementara.

"Malam tadi pencarian sempat dihentikan karena kondisi gelap dan cuaca tidak mendukung, sehingga baru bisa dimaksimalkan kembali hari ini," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement