Ikuti Kami :

Disarankan:

Harga Tomat Naik Dua Kali Lipat, Petani Sukamantri Ciamis Terpaksa Ronda Kebun

Selasa, 22 Juli 2025 | 20:16 WIB
Watermark
Harga Tomat Naik Dua Kali Lipat, Petani Sukamantri Ciamis Terpaksa Ronda Kebun. Foto: NewsTasikmalaya.com/Andri M.

Harga tomat terus melambung tinggi selama dua bulan terakhir. Di tingkat petani sentra sayuran Sukamantri, Kabupaten Ciamis, harga tomat bertahan di kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, jauh di atas harga normal sebelumnya.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Harga tomat terus melambung tinggi selama dua bulan terakhir. Di tingkat petani sentra sayuran Sukamantri, Kabupaten Ciamis, harga tomat bertahan di kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, jauh di atas harga normal sebelumnya.

"Biasanya di tingkat petani paling mahal di kisaran Rp8.000 sampai Rp10.000/kg. Tapi sekarang naik 2 kali lipat di kisaran Rp15.000–Rp20.000/kg. Sudah 2 bulan ini harga tomat di atas rata-rata biasanya," ujar Pipin Arif A, petani sekaligus Ketua Gapoktan Karangsari, Desa Cibeureum, Sukamantri, Selasa (22/7/2025).

Harga di pasar eceran bahkan lebih tinggi, mencapai Rp26.000–Rp30.000/kg. Tomat juga dijual per buah oleh pedagang keliling seharga Rp1.500 hingga Rp2.000.

"Malah 2 minggu harga tomat di tingkat pasar eceran sempat menembus angka Rp40.000/kg. Ini pertama dalam sejarah harga tomat sempat mencapai Rp40.000/kg. Tapi sekarang sudah turun ke angka Rp26.000–Rp30.000/kg," katanya.

Pipin menjelaskan, lonjakan harga ini terjadi karena anjloknya hasil panen akibat serangan hama dan penyakit yang dipicu cuaca ekstrem.

"Hasil panen anjlok akibat serangan hama dan penyakit. Seperti penyakit busuk daun dan busuk batang. Daun dan batang menjadi hitam, yang menyebabkan pohon tomat gagal berbuah. Dampaknya, banyak tanaman tomat yang mati," jelasnya.

Namun, meski harga sedang tinggi, petani tetap enggan menanam tomat. "Karena takut risiko gagal panen akibat serangan penyakit dan hama," ungkap Pipin.

Ia menyebut, dari seluruh lahan yang ada, hanya sekitar 4 hektare yang bisa panen setelah dilakukan penyemprotan intensif.

"Setelah dilakukan berbagai upaya penyelamatan dari serangan penyakit, sekarang ada sekitar 4 hektare kebun tomat yang beruntung, bisa panen meski hasilnya tidak maksimal," ujarnya.

Minimnya pasokan membuat bandar sayur menjemput hasil langsung ke kebun saat panen. Di tengah harga tomat yang melambung, petani pun harus ekstra waspada.

"Khawatir ada pencuri, kebun tomat sekarang dijaga siang dan malam, dironda. Hilang sekarung saja, bisa rugi ratusan ribu rupiah," pungkas Pipin.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement