Ikuti Kami :

Disarankan:

Jelang Nataru, Harga Cabai hingga Daging Ayam di Pasar Subuh Ciamis Melonjak

Rabu, 17 Desember 2025 | 13:09 WIB
Jelang Nataru, Harga Cabai hingga Daging Ayam di Pasar Subuh Ciamis Melonjak
Jelang Nataru, Harga Cabai hingga Daging Ayam di Pasar Subuh Ciamis Melonjak. Foto: Istimewa.

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Subuh Ciamis, Jawa Barat, mengalami lonjakan cukup signifikan. Kenaikan harga ini paling terasa pada komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, telur ayam, hingga daging ayam pedaging.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Subuh Ciamis, Jawa Barat, mengalami lonjakan cukup signifikan. Kenaikan harga ini paling terasa pada komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, telur ayam, hingga daging ayam pedaging.

Pantauan di Pasar Subuh Ciamis, Rabu (17/12/2025), menunjukkan aktivitas jual beli tetap berlangsung ramai sejak pagi. Namun, lonjakan harga membuat perilaku konsumen berubah. Banyak pembeli tampak lebih selektif dan mengurangi jumlah belanjaan demi menyesuaikan pengeluaran rumah tangga menjelang akhir tahun.

Sejumlah pedagang mengungkapkan, kenaikan harga mulai terasa sejak beberapa hari terakhir dan cenderung terus meningkat seiring mendekatnya puncak libur Nataru. Meningkatnya permintaan masyarakat, ditambah pasokan yang berkurang akibat cuaca tak menentu, diduga menjadi faktor utama pemicu lonjakan harga.

Berdasarkan pantauan harga di lapangan, cabai rawit domba mengalami kenaikan paling tajam, dari Rp80.000 menjadi Rp120.000 per kilogram. Cabai merah keriting naik dari Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, disusul cabai rawit hijau yang juga melonjak dari Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

Tak hanya cabai, bawang merah turut mengalami kenaikan signifikan, dari Rp32.000 menjadi Rp48.000 per kilogram. Telur ayam ras yang sebelumnya dijual di kisaran Rp29.000–Rp30.000 per kilogram, kini berada di angka Rp32.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam pedaging menembus Rp44.000 per kilogram, naik dari kisaran Rp38.000–Rp40.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang sayur, Hesti, mengatakan kenaikan harga cabai menjadi yang paling memberatkan konsumen. Menurutnya, curah hujan tinggi menyebabkan hasil panen berkurang, sementara permintaan justru melonjak menjelang Nataru.

“Cabai sekarang susah, barangnya sedikit. Begitu ada, harganya langsung naik. Pembeli juga banyak yang kaget,” ujar Hesti.

Kondisi serupa dirasakan pedagang ayam pedaging. Itar Muhtar mengungkapkan, meski harga ayam naik, penjualan justru menurun. Ia mencatat omzet pedagang ayam turun sekitar 20 persen dibanding hari normal.

“Biasanya satu ekor, sekarang setengah saja. Ada juga yang batal beli karena harga naik,” kata Itar lapaknya.

Para pedagang memprediksi fluktuasi harga pangan masih akan berlangsung hingga mendekati puncak libur Natal dan Tahun Baru. Selama pasokan belum kembali stabil, lonjakan harga dinilai sulit dihindari.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak mengatur pengeluaran dan menyesuaikan kebutuhan konsumsi. Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan terus memperketat pemantauan harga dan menjaga ketersediaan stok bahan pangan agar gejolak harga tidak semakin membebani warga menjelang akhir tahun.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement