Ikuti Kami :

Disarankan:

PKBM Sangkanhurip Gelar Workshop Pengelolaan Pembelajaran Program Kesetaraan 2025

Selasa, 16 Desember 2025 | 10:50 WIB
PKBM Sangkanhurip Gelar Workshop Pengelolaan Pembelajaran Program Kesetaraan 2025
PKBM Sangkanhurip Gelar Workshop Pengelolaan Pembelajaran Program Kesetaraan 2025.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sangkanhurip menggelar Workshop Pengelolaan Pembelajaran Program Kesetaraan Tahun 2025 di kantor PKBM Sangkanhurip, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (16/12/2025).

BANDUNG, NewsTasikmalaya.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sangkanhurip menggelar Workshop Pengelolaan Pembelajaran Program Kesetaraan Tahun 2025 di kantor PKBM Sangkanhurip, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri Pembina Yayasan Dra. Nuraisyah, Ketua PKBM Sangkanhurip H. Subur Binyati, SE, Penilik Kecamatan Katapang Euis Nurjanah, M.M.Pd., Ketua Pelaksana Tiffany Estherlita, S.Pd., serta seluruh tutor program Paket A, B, dan C.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PKBM Sangkanhurip dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal, khususnya pada program kesetaraan.

Ketua PKBM Sangkanhurip H. Subur Binyati menegaskan bahwa peran tutor sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan program kesetaraan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tutor menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

“Tutor memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan program kesetaraan. Mereka harus dibekali pemahaman dan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan karakteristik warga belajar,” ujar Subur dalam sambutannya.

Ia menambahkan, kompetensi tutor dalam mengelola pembelajaran yang efektif, humanis, dan kontekstual menjadi kunci terciptanya proses belajar yang bermakna bagi peserta didik dewasa.

Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Dr. Ansori, M.Pd. dan Dinno Mulyono, M.Pd. Dr. Ansori memaparkan pentingnya perencanaan pembelajaran yang sistematis, mulai dari perumusan tujuan, pemilihan metode, hingga evaluasi pembelajaran, termasuk strategi pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Sementara itu, Dinno Mulyono menekankan penerapan pendekatan andragogi dalam pembelajaran program kesetaraan. Ia menjelaskan bahwa warga belajar harus ditempatkan sebagai subjek pembelajaran, dengan tutor berperan sebagai fasilitator yang menerapkan metode kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, tutor juga didorong untuk lebih kreatif dan adaptif dalam memanfaatkan media pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih menarik dan efektif.

Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman antar tutor. Antusiasme peserta terlihat tinggi karena materi yang disampaikan dinilai sesuai dengan tantangan pembelajaran di lapangan.

PKBM Sangkanhurip berharap hasil workshop ini dapat diimplementasikan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, sehingga kualitas program kesetaraan semakin meningkat dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi serta kesejahteraan warga belajar di Kabupaten Bandung.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement