TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Taravty Project kembali menggelar Tasik Wedding Festival (TWF) 2025, sebuah ajang tahunan yang ditunggu-tunggu oleh pelaku dan calon pengantin di Tasikmalaya. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 1–3 Agustus 2025, di Graha Plaza Asia Tasikmalaya.
Tahun ini, TWF mengusung tema "Decade of Dedication", menandai satu dekade penyelenggaraan event tersebut. TWF 2025 dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang menabuh kendang bersama Kadisporabudpar Deddy Mulyana dan Ketua Pelaksana Olivia Darmawan sebagai simbol dimulainya acara.
Ketua Pelaksana Olivia Darmawan menyampaikan bahwa jumlah vendor yang berpartisipasi dalam TWF kali ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
"Ada kurang lebih 60 vendor yang hadir untuk TWF kali ini. Ini lebih banyak dari yang sebelumnya," kata Oliv kepada wartawan.
Ia menambahkan, para peserta tidak hanya berasal dari Kota Tasikmalaya, namun juga dari wilayah Priangan Timur dan daerah lain.
"Bahkan bukan hanya Priangan Timur, dari Kuningan dan daerah lain juga hadir di sini," ungkapnya.
Menurut Olivia, keberlangsungan TWF selama 10 tahun terakhir tak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri pernikahan. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya, meskipun kondisi ekonomi tengah lesu.
"Saya rasa awalnya pesimis, karena ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tapi Pemkot memberikan semangat untuk tetap terus berkarya, melangkah dan juga berprogres," ucapnya.
Olivia juga menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam industri pernikahan, khususnya untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah.
"Semoga ke depan Wali Kota bisa melihat dan memperhatikan ruang anak muda, sehingga pintu-pintu ini lebih terbuka untuk teman-teman yang punya ide dan kreativitas, agar lebih mudah mengakses kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah Kota Tasik," harapnya.
Saat ini, kata Olivia, tren pernikahan yang tengah digandrungi adalah micro wedding, yang dipengaruhi oleh situasi ekonomi serta pengaruh media sosial.
"Hari ini karena tren sekarang menyangkut ekonomi, inti micro wedding benar-benar lagi tren, karena medsos di mana-mana. Jadi bagaimana seorang influencer, selebriti mengadakan pernikahan menjadi barometer sebenarnya," jelasnya.
"Seperti Luna Maya, Al Ghazali, dan mereka punya *wedding dream* seperti itu. Jadi tren tetap ditentukan, karena barometer mereka itu media sosial," tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi menyebut, TWF merupakan bentuk dedikasi generasi muda Kota Tasikmalaya terhadap pengembangan industri kreatif, khususnya sektor pernikahan.
"TWF ini menampilkan 60 vendor pernikahan dari Tasikmalaya dan sekitarnya, termasuk Kuningan. Acara ini menjadi miniatur Kota Tasikmalaya yang ingin menjadi kota industri, perdagangan, dan jasa," ujarnya.
Ia berharap, TWF dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Kota Tasikmalaya di masa depan.
"Target perputaran ekonomi dari TWF 2025 ini adalah Rp 15 miliar," sebutnya.
Viman juga menegaskan, Pemkot akan terus mengukur dampak ekonomi dari setiap event yang digelar di kota tersebut.
"Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi event-event tersebut terhadap perekonomian Kota Tasikmalaya," tandasnya.