Ikuti Kami :

Disarankan:

Unik dan Penuh Makna, Tarawih Pukul 02.00 Dini Hari Jadi Tradisi Ramadan di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis

Rabu, 04 Maret 2026 | 17:13 WIB
Watermark
Unik dan Penuh Makna, Tarawih Pukul 02.00 Dini Hari Jadi Tradisi Ramadan di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Jika kebanyakan umat Muslim menunaikan salat tarawih setelah Isya, suasana berbeda justru terlihat di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Jika kebanyakan umat Muslim menunaikan salat tarawih setelah Isya, suasana berbeda justru terlihat di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Di pesantren ini, tarawih dilaksanakan pada pukul 02.00 dini hari sebagai bagian dari tradisi qiyamul Ramadan yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Tradisi tersebut bukan sekadar perbedaan waktu pelaksanaan ibadah, melainkan bagian dari sistem pendidikan karakter yang diterapkan kepada para santri.

Pimpinan Muda Darussalam, Defikri Natadiwangsa, menjelaskan bahwa pelaksanaan tarawih dini hari bertujuan membiasakan santri untuk menghidupkan malam Ramadan sekaligus melatih kedisiplinan bangun malam.

“Salat tarawih di Darussalam memang dilaksanakan pada malam hari dalam rangka qiyamu Ramadan. Dalam hadis disebutkan, siapa yang memakmurkan Ramadan baik siang maupun malam, maka akan mendapatkan keutamaan,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Defikri, pembiasaan ini memiliki dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter santri. Mereka tidak hanya menjalankan ibadah sebagai rutinitas, tetapi juga dilatih konsisten dalam menjaga salat malam, termasuk tahajud.

“Kami membiasakan santri untuk bangun malam. Harapannya, mereka akan terbiasa melaksanakan salat tahajud. Jadi yang dididik di sini bukan hanya ibadahnya, tetapi juga disiplin dan komitmennya,” katanya.

Suasana Ramadan di Darussalam berlangsung hampir tanpa jeda. Setelah tarawih pukul 02.00 dini hari, santri langsung bersiap untuk sahur, dilanjutkan salat Subuh berjamaah dan kuliah subuh.

Salah seorang santri asal Sukadana, Ciamis, Kayla Azka Nadhifah (15), mengaku merasakan pengalaman spiritual yang berbeda dengan pola ibadah tersebut.

“Aktivitas dimulai dengan salat tarawih jam 2 pagi, lalu sahur, kemudian Subuh berjamaah dan kuliah subuh. Rasanya menarik karena berbeda dari kebanyakan tempat,” ungkapnya.

Menurut Kayla, pelaksanaan tarawih dini hari justru membuat ibadah terasa lebih khusyuk dan terstruktur. Seusai tarawih, santri tidak perlu menunggu lama untuk sahur dan persiapan Subuh.

“Biasanya orang tarawih setelah Isya. Kalau di sini, selesai tarawih bisa langsung sahur dan mempersiapkan diri untuk jamaah Subuh,” tambahnya.

Bagi Pondok Pesantren Darussalam, Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum pembentukan mental dan spiritual santri. Kedisiplinan bangun malam, konsistensi berjamaah, serta rutinitas ibadah siang dan malam menjadi bagian dari proses pendidikan.

Tradisi tarawih dini hari pun menjadi ciri khas pesantren yang membedakannya dari tempat lain. Di tengah suasana hening menjelang fajar, ratusan santri memakmurkan malam Ramadan dengan ibadah yang sarat makna.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement