Ikuti Kami :

Disarankan:

Sempat Heboh, Spanduk Tuyul Dilarang Beraksi di Cipedes Kini Dicopot

Senin, 20 April 2026 | 14:46 WIB
Sempat Heboh, Spanduk Tuyul Dilarang Beraksi di Cipedes Kini Dicopot
Sempat Heboh, Spanduk Tuyul Dilarang Beraksi di Cipedes Kini Dicopot. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Warga Kampung Kebon Kembang RT 05 RW 05, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, sempat dihebohkan dengan pemasangan spanduk bertuliskan larangan “tuyul beraksi” di lingkungan mereka. Spanduk tersebut kini telah dicopot oleh pengurus setempat, Senin (20/4/2026) pagi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Warga Kampung Kebon Kembang RT 05 RW 05, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, sempat dihebohkan dengan pemasangan spanduk bertuliskan larangan “tuyul beraksi” di lingkungan mereka. Spanduk tersebut kini telah dicopot oleh pengurus setempat, Senin (20/4/2026) pagi.

Pemasangan spanduk itu sebelumnya dipicu keresahan warga akibat kejadian kehilangan uang yang terjadi berulang kali dan dinilai tidak masuk akal. Sebagian warga bahkan menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan hal mistis.

Spanduk dengan tulisan “Kepada pemilik tuyul untuk tidak beraksi di daerah kami. Perbuatan anda dosa besar. Ingat juga istri tercinta” sempat terpasang di lingkungan tersebut sebelum akhirnya diturunkan atas arahan pihak kecamatan.

Ketua RT 05, Teni, mengatakan bahwa spanduk tersebut dicopot sekitar pukul 08.00 WIB setelah adanya instruksi dari pihak kelurahan dan kecamatan.

“Semalam ada rapat, kemudian Pak Lurah menelepon atas perintah Pak Camat agar spanduk segera dibuka,” ujarnya saat dihubungi, Senin siang.

Teni mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan pencopotan spanduk tersebut. Namun, ia menyebut pihak pengurus dan warga memilih mengikuti arahan demi menjaga situasi tetap kondusif.

“Awalnya ada yang mempertanyakan, karena dianggap tidak mengganggu. Tapi akhirnya warga dan pengurus sepakat untuk mencopot agar tidak menimbulkan polemik,” katanya.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk aspirasi warga yang merasa resah akibat sering kehilangan uang secara misterius.

“Kami hanya mengakomodasi keinginan masyarakat. Tapi Alhamdulillah, sejak kemarin kondisi sudah kondusif dan tidak ada lagi laporan kehilangan,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Cipedes, Cecep Ridwan, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan terkait keresahan warga yang mengalami kehilangan uang, bahkan hingga barang berharga.

“Sekitar enam warga melaporkan kehilangan, salah satunya pemilik usaha fotokopi yang uangnya sering hilang, bahkan dari dalam brankas,” ungkap Cecep.

Ia menuturkan, setelah kejadian tersebut menjadi perhatian publik, pihak kecamatan melakukan pendekatan persuasif kepada warga dan pengurus lingkungan agar spanduk diturunkan.

“Alhamdulillah, warga bersedia menurunkan spanduk tersebut,” katanya.

Menurutnya, langkah itu diambil untuk menghindari potensi konflik sosial di masyarakat. Ia khawatir keberadaan spanduk dapat menimbulkan kesalahpahaman atau menyinggung pihak tertentu.

“Kami ingin menjaga kondusivitas lingkungan. Jangan sampai memicu konflik antarwarga karena tidak semua memiliki pandangan yang sama,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Cecep juga mengimbau masyarakat untuk mulai beralih ke sistem transaksi non-tunai guna meminimalisasi risiko kehilangan uang.

“Kami sarankan sementara menggunakan transaksi cashless. Setidaknya bisa mengurangi risiko kehilangan uang tunai,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement