Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Penuh Kekhusyukan, Ribuan Warga Muhammadiyah Tasikmalaya Padati Alun-Alun Dadaha untuk Salat Idulfitri 1447 H

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:32 WIB

Ribuan warga Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah dengan khidmat di Alun-Alun Dadaha, Jumat (20/3/2026) pagi. Momentum kemenangan ini berlangsung penuh kekhusyukan meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan hari raya dengan pemerintah.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ribuan warga Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah dengan khidmat di Alun-Alun Dadaha, Jumat (20/3/2026) pagi. Momentum kemenangan ini berlangsung penuh kekhusyukan meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan hari raya dengan pemerintah.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Area Alun-Alun Dadaha tampak memutih dipenuhi jemaah yang datang sejak selepas subuh. Saking banyaknya jemaah yang hadir, sebagian ruas jalan raya di sekitar kawasan Dadaha pun turut digunakan sebagai barisan saf salat guna menampung luapan umat muslim yang hadir.

Dalam pelaksanaan ibadah tahun ini, Ustaz Abdulah Mufti Nurhabib bertindak sebagai imam salat. Sementara itu, H. Ayi Mubarok, S.Ag., selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tasikmalaya, menyampaikan pesan mendalam dalam khotbahnya.

Usai pelaksanaan salat, H. Ayi Mubarok mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran dan kemeriahan Idulfitri tahun ini yang terasa sangat istimewa. Menanggapi adanya perbedaan waktu lebaran, ia mengajak seluruh umat untuk menyikapinya dengan bijak dan dewasa.

"Meskipun terdapat perbedaan dengan saudara kita yang lain, perbedaan itu jangan terus-menerus dibicarakan secara berlebihan," ujar Ayi kepada awak media.

Menurutnya, perbedaan dalam penentuan tanggal satu Syawal adalah sebuah khazanah atau kekayaan pemikiran yang justru harus dijaga sebagai kekuatan umat, bukan sebagai pemecah belah.

"Kita sebaiknya berangkat dari banyak hal yang sama, tidak usah selalu berangkat dari hal-hal yang tidak bersamaan. Dengan menjaga perbedaan, kekuatan justru akan kita dapatkan," ungkapnya.

Menutup pesannya, H. Ayi berharap esensi Ramadan tahun ini mampu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang lebih tangguh. Ia menekankan pentingnya melihat perbedaan sebagai anugerah untuk mempererat tali silaturahmi.

"Mudah-mudahan kebersamaan umat muslim semakin kuat. Perbedaan itu jangan dijadikan laknat, tetapi jadikanlah sebagai rahmat," pungkas Ayi.

Selain di Alun-Alun Dadaha yang menjadi pusat kegiatan, pelaksanaan Salat Id warga Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya juga tersebar merata di belasan titik yang mencakup 10 kecamatan. Seluruh rangkaian ibadah dilaporkan berjalan aman dengan pengawalan dari pihak kepolisian dan petugas terkait.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement