Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Semarak Tarhib Ramadhan, Festival Liwet Nusantara Darussalam Ciamis Jadi Ajang Kreativitas Santri

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:18 WIB

Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis menggelar Festival Liwet Nusantara secara meriah di Gedung Nadwatul Ummah, Senin (16/2/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis menggelar Festival Liwet Nusantara secara meriah di Gedung Nadwatul Ummah, Senin (16/2/2026).

Kegiatan tahunan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade ini kembali menjadi magnet kreativitas para santri dari berbagai daerah.

Puluhan stand berjajar rapi, menyajikan beragam nasi liwet yang dimasak langsung oleh para santri. Aroma khas menyeruak memenuhi ruangan, menandai semangat kebersamaan menjelang bulan penuh berkah.

Pimpinan Ponpes Darussalam, KH Fadlil Yani Ainusyamsi atau yang akrab disapa Ang Icep, mengatakan bahwa festival ini merupakan bagian dari rangkaian tarhib Ramadhan.

“Festival Liwet Nusantara ini dalam rangka menjelang bulan suci Ramadhan. Namanya tarhib Ramadhan, salah satu acaranya festival liwet Nusantara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini telah menjadi tradisi khas pesantren. Menurutnya, keberagaman latar belakang santri menjadi kekuatan utama festival tersebut.

“Anak-anak santri kita ada dari berbagai wilayah, ada suku Sunda, Jawa, Sumatera, bahkan ada yang dari Selangor, perbatasan Malaysia dengan Kalimantan. Makanya tadi ada nasi liwet, nasi lemak, kemudian dari Padang ada sambal balado dan makanan khas lainnya,” kata Ang Icep.

Ia menambahkan, secara historis liwet merupakan kuliner khas Jawa Barat yang juga lekat dengan tradisi pesantren.

“Konsepnya sebetulnya liwet itu aslinya Jawa Barat dan pesantren. Asal muasalnya dari pesantren, sekarang banyak diadopsi rumah makan tradisional Sunda,” tuturnya.

Lebih lanjut, Festival ini menjadi wadah penyaluran kreativitas santri.

“Pesantren itu tidak hanya pintar ngaji, tapi juga harus pintar ngejo (memasak nasi). Maknanya ini nilai kebersamaan dan menyalurkan minat bakat santri dalam masak-memasak,” ucapnya.

Panitia mencatat jumlah stand terus meningkat setiap tahun. “Biasanya tidak kurang dari 30 stand, bahkan lebih. Dari 17 naik 20, sekarang sudah 30 lebih. Ini sudah kurang lebih 14 tahun kita laksanakan,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Fayadh Zaky Arga Ibrahim (16) asal Depok, mengusung tema unik terinspirasi budaya populer.

“Kita ambil tema pulu-pulu dari film Upin Ipin. Makanannya ada nasi liwet, tempe orek, tahu, lalapan, ayam sama sambal,” katanya.

Ia mengaku memilih tema tersebut karena terinspirasi dari konten yang lewat di media sosial. “Memilih tema ini karena lewat dari FYP TikTok,” ujarnya.

Ke depan, Fayadh berharap konsep festival lebih banyak mengangkat kekayaan budaya Nusantara. 

“Harapannya ke depannya bisa diambil dari segi budaya supaya budaya di Indonesia tetap dilestarikan,” katanya.

Festival Liwet Nusantara Darussalam tak sekadar ajang kuliner, tetapi juga ruang edukasi, kreativitas, dan penguatan nilai kebersamaan santri dalam menyambut Ramadhan dengan semangat tradisi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement