CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Banjir kembali menerjang kawasan sekitar Sungai Citalahab, Kabupaten Ciamis. Peristiwa ini merupakan kejadian kedua dalam waktu berdekatan setelah banjir pertama terjadi pada Senin (9/2/2026), dan kembali terulang pada Senin (16/2/2026) sore.
Ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat debit air yang meningkat drastis pada malam hari.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, yang turun langsung ke lokasi bencana menyebutkan sekitar 300 kepala keluarga (KK) terdampak dan harus mengungsi.
“Tadi malam kurang lebih ada 300 KK yang mengungsi karena rumahnya terendam,” ujar Herdiat saat meninjau dapur umum.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 164 warga dievakuasi dan mengungsi di masjid setempat. Pada Selasa pagi, kondisi mulai berangsur membaik setelah air surut. Sebagian warga memilih kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur dan material sisa banjir.
“Sekarang sudah mulai surut. Sebagian warga sudah kembali ke rumahnya,” katanya.
Banjir yang terjadi dua kali dalam waktu singkat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ciamis. Herdiat menegaskan penanganan Sungai Citalahab tidak bisa lagi ditunda.
Ia menyebut Pemkab Ciamis telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk percepatan penanganan.
“Penanganan Sungai Citalahab harus segera dilakukan. Kami sudah koordinasi dengan BBWS dan Pak Gubernur. Insyaallah ini harus cepat ditangani,” tegasnya.
Menurutnya, tanpa langkah konkret dan menyeluruh, banjir berpotensi terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. “Kalau tidak ada penanganan, ada hujan besar pasti banjir lagi,” ujarnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkab Ciamis telah menyiapkan dapur umum untuk membantu warga yang rumahnya belum bisa digunakan untuk memasak.
“Sudah kita siapkan dapur umum, paling tidak bisa membantu masyarakat yang rumahnya tidak bisa memasak,” kata Herdiat.
Pemerintah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa pemulihan berlangsung.
Herdiat juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Ia menegaskan sosialisasi kesiapsiagaan bencana terus dilakukan melalui para kepala desa.
“Ciamis termasuk wilayah rawan bencana, jadi kesiapsiagaan bersama sangat penting. Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.
Pemkab Ciamis berharap percepatan penanganan Sungai Citalahab dapat menjadi solusi permanen agar banjir tidak kembali terulang.