Ikuti Kami :

Disarankan:

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan: Remaja Korban Penganiayaan dalam Pendampingan DKBP3A

Senin, 08 Desember 2025 | 13:20 WIB
Watermark
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan: Remaja Korban Penganiayaan dalam Pendampingan DKBP3A. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K

Seorang remaja berinisial LK (16), warga Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, menjadi korban penganiayaan dan perundungan yang dilakukan oleh sejumlah teman sebaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Seorang remaja berinisial LK (16), warga Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, menjadi korban penganiayaan dan perundungan yang dilakukan oleh sejumlah teman sebaya. Kejadian yang berlangsung pada Jumat (5/12/2025) itu mendadak viral setelah video insiden tersebut beredar luas di media sosial.

Respons cepat ditunjukkan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Hanya beberapa jam setelah video itu ramai diperbincangkan, Tim Resmob langsung bergerak dan berhasil mengamankan empat terduga pelaku pada Sabtu (6/12/2025) malam.

Wali Kota Tasikmalaya Sampaikan Respons Tegas

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, memberikan tanggapan atas peristiwa yang menimpa salah satu warganya itu. Ia menegaskan bahwa kasus perundungan harus ditangani secara serius dan menjadi tanggung jawab bersama.

Menurutnya, penanganan korban serta pendampingan keluarga berada di bawah koordinasi Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) sebagai leading sector dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak.

“Perundungan ini merupakan PR kita bersama. Untuk penanganan korban, DKBP3A sudah bergerak langsung,” ujar Viman saat ditemui di Bale Kota, Senin (8/12/2025) pagi.

Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan harus diperkuat, salah satunya melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah dan kerja sama dengan PKK untuk membangun kesadaran sejak dini.

Pemerintah Siap Bantu Pendidikan Korban

Dalam kesempatan itu, Viman turut menanggapi keinginan LK untuk melanjutkan pendidikan. Remaja lulusan SMP tersebut diketahui masih ingin bersekolah ke jenjang SMA, namun terkendala biaya.

Viman menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki program penanganan anak putus sekolah, termasuk fasilitasi pendidikan hingga tingkat SMA dengan menggandeng Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kalau ada anak yang putus sekolah, pasti kami fasilitasi. Nanti Disdik juga akan mengakomodasi dan berkoordinasi dengan provinsi agar korban tetap bisa bersekolah di SMA,” jelasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat edukasi serta pencegahan tindak kekerasan di lingkungan remaja maupun sekolah.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement